SWOT SWOT singkatan dari Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat
Kita bayangkan diri kita, maka kita punya strenght (kekuatan) dan weakness (kelemahan).
Misalnya, kekuatan atau kelebihan saya adalah bisa menulis.
Sementara kekurangan saya atau kelemahan saya, saya kurang bisa menyanyi.
Kalau kita mengemukakan kelebihan atau kekurangan kita, maka hal itu adalah yang ada dalam diri kita.
Apa yang dimaksudkan dengan kekuatan?
Kekuatan adalah semua hal yang ada dalam diri kita yang bisa membantu kita untuk sukses.
Jika ada sesuatu dalam diri kita yang justru tidak bisa membawa kita sukses, maka itu bukan kekuatan. Itu adalah kebalikannya, yakni kelemahan.
kelemahan (weakness) adalah apa yang ada dalam diri kita yang menghambat kemajuan kita atau menghambat kesuksesan kita.
Nah, kalau kita bicara soal usaha kita, maka itu juga sama. Apa saja kondisi dalam usaha kita yang bisa membawa kesuksesan bagi usaha, maka itu merupakan kekuatan.
Sebaliknya, apa yang dalam usaha kita menjadi penghambat, maka itu merupakan kelemahan.
Contoh : Saya punya toko, dan saya punya rumah yang letaknya bagus di tepi jalan raya. Ini merupakan hal yang membuat toko saya lebih mudah terlihat sehingga orang tahu dan kemudian datang ke toko saya. Maka ini merupakan kekuatan bagi toko saya. Namun, keluarga saya yang membantu mengelola toko, ternyata kurang memiliki semangat dan cenderung malas. Ini merupakan kelemahan toko saya. Jadi, semua yang berasal dari dalam diri (internal), jika itu positif akan menjadi kekuatan kita, dan jika itu negatif akan menjadi kelemahan.
Lalu, apa bedanya dengan opportunity (peluang) dan ancaman (threat)?
Jika SW (strenght dan weakness atau kekuatan dan kelemahan) itu adalah dari
dalam diri (internal), maka OT atau opportunit dan threat adalah segala sesuatu
yang ada di luar diri kita atau di luar usaha kita. Jika itu bisa membuat usaha kita makin sukses, maka itu adalah peluang. Namun
jika sebaliknya itu bisa membuat usaha kita bermasalah, maka itu adalah
ancaman.
Contoh : Saya buka toko, lalu setahun kemudian ada orang yang juga buka toko sejenis dengan toko saya yang lokasinya dekat dengan toko saya. Menurut teman-teman, apakah kehadiran toko baru itu membuat usaha saya bisa makin sukses atau sebaliknya akan membuat masalah bagi usaha saya?
PERTANYAAN Kalau anda punya toko, lantas tetangga anda juga buka toko sejenis, itu membuat toko anda lebih sukses, atau sebaliknya bisa membuat toko anda bermasalah? ya, jadi itu merupakan ancaman. Sebaliknya, saya akan bertanya, jika saya punya toko, semula toko saya ini di jalan yang tidak banyak dilewati orang. Lalu, pemerintah kemudian membuat aturan bahwa semua angkot dan kendaraan harus melewati jalan di mana ada toko anda. Kira-kira, ini bisa membuat toko anda lebih ramai atau toko makin sepi? Ok... perubahan peraturan pemerintah setempat, bisa berpengaruh pada toko kita. Itu adalah peluang.
BELAJARLAH BERPIKIR SEDERHANAContoh : Saya buka toko, lalu setahun kemudian ada orang yang juga buka toko sejenis dengan toko saya yang lokasinya dekat dengan toko saya. Menurut teman-teman, apakah kehadiran toko baru itu membuat usaha saya bisa makin sukses atau sebaliknya akan membuat masalah bagi usaha saya?
PERTANYAAN Kalau anda punya toko, lantas tetangga anda juga buka toko sejenis, itu membuat toko anda lebih sukses, atau sebaliknya bisa membuat toko anda bermasalah? ya, jadi itu merupakan ancaman. Sebaliknya, saya akan bertanya, jika saya punya toko, semula toko saya ini di jalan yang tidak banyak dilewati orang. Lalu, pemerintah kemudian membuat aturan bahwa semua angkot dan kendaraan harus melewati jalan di mana ada toko anda. Kira-kira, ini bisa membuat toko anda lebih ramai atau toko makin sepi? Ok... perubahan peraturan pemerintah setempat, bisa berpengaruh pada toko kita. Itu adalah peluang.
Seorang dosen antropologi yang mengajar di universitas ciputra.
Atropologi itu adalah ilmu tentang perilaku bangsa. Inilah kata dosen tersebut, kita ini berpikirnya ruwet, karena banyak bumbu membuat cara berpikir kita ini ruwet. Lalu, bagaimana dengan kehidupan sehari-hari? Cara berpikir yang ruwet atau tidak ini ternyata tergantung dari makanan. Tepatnya, tergantung dari cara memasak makanan. Banyak bumbu ini membuat cara berpikir kita ini ruwet. Naaah.. inilah yang mempengaruhi cara berpikirnya. Itu yang membuat kita ini sulit untuk jadi entrepreneur... karena, kalau ditanya: mau jadi entrepreneur, pasti jawabnya: YA. Tapi kalau sudah waktunya diajak beneran... mikirnnya panjaaaaaaaaang...
makin sedikit bumbu, orangnya makin praktis. Kenapa bisa berpengaruh? ini karena kalau memasak satu bumbu tidak ada, maka tidak jadi masak itu. jadi, orang kita cenderung mikirnya kompleks, muter... nggak praktis. Begitu ada satu yang nggak ada, lantas batal... ya kalaupun harus beli, kan mesti nunda dulu masaknya.
CASH FLOW
Cash flow itu artinya aliran kas, atau aliran uang. Mirip air yang mengalir, uang juga mengalir.
mengalir itu artinya ada yang masuk dan ada yang keluar. nah, apa yang dimaksud dengan cash flow? cash flow ini adalah mengatur supaya tidak lebih besar dari pada tiang. Dengan kata lain, pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan. Kuncinya untuk diri sendiri adalah DISIPLIN, TEGA DAN TEGAS. Ada yang rencananya masuk, ada yang rencananya keluar.
Ada yang rencananya masuk tapi nggak jadi masuk...
dan ada yang rencananya tidak perlu keluar, eh kok ya mengalir keluar...
kegagalan atau kesulitan usaha di bidang cash flow ini banyak sebabnya.
Misalnya uang usaha terpakai untuk keperluan pribadi. Bisa juga pembeli banyak yang utang. Atau uang yang ada terlalu cepat digunakan untuk mengembangkan usaha. Atau, ada musibah.
Pengeluaran uang itu
ada dua tipe yakni :Cash flow itu artinya aliran kas, atau aliran uang. Mirip air yang mengalir, uang juga mengalir.
mengalir itu artinya ada yang masuk dan ada yang keluar. nah, apa yang dimaksud dengan cash flow? cash flow ini adalah mengatur supaya tidak lebih besar dari pada tiang. Dengan kata lain, pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan. Kuncinya untuk diri sendiri adalah DISIPLIN, TEGA DAN TEGAS. Ada yang rencananya masuk, ada yang rencananya keluar.
Ada yang rencananya masuk tapi nggak jadi masuk...
dan ada yang rencananya tidak perlu keluar, eh kok ya mengalir keluar...
kegagalan atau kesulitan usaha di bidang cash flow ini banyak sebabnya.
Misalnya uang usaha terpakai untuk keperluan pribadi. Bisa juga pembeli banyak yang utang. Atau uang yang ada terlalu cepat digunakan untuk mengembangkan usaha. Atau, ada musibah.
keluar uang untuk operasional usaha dan keluar uang untuk investasi
Beda keluar uang untuk operasional dan investasi adalah, kalau operasional itu habis terpakai, namun kalau investasi itu barang yang dibeli itu tidak habis terpakai.
Misalnya, kalau saya beli mobil, itu kan mobilnya tidak habis terpakai, jadi itu adalah investasi. Saya beli bensin berarti saya butuh uang untuk belinya. itu biaya operasional. Tapi, walaupun mobil itu adalah investasi, namun keberadaannya harus dijadikan biaya. Maka, harus dibuat biaya yang namanya biaya penyusutan. Misalnya saya beli mobil 60 juta, maka saya keluar uang (anggap beli kontan) sebesar 60 juta.
Caranya menentukan biaya penyusutan?
misalnya saya mau susutkan dalam6 tahun, maka saya buat tiap tahunnya 10 juta biayanya, atau sebulannya ya berarti 10 juta dibagi 12 bulan. Ini gunanya, kalau kita dapat pendapatan, maka harus dikurangi biaya-biaya termasuk biaya penyusutan juga. Cara menentukannya bebas, tidak ada patokan, tapi biasanya dianggap berapa lama barang tersebut harus diganti nantinya.
Misalnya, saya beli laptop, maka berapa lama laptop itu bakal saya pakai? Mungkin dalam 5 tahun sudah rusak, atau setidaknya mungkin sudah harus saya jual karena sudah ketingg kalau teman2 sulit membayangkan gunanya atau kenapa penyusutan itu penting, sebenarnya kalau dibalik adalah mengangsur. Kalau msialnya beli mobil tapi belum punya uang, maka kita kan kredit atau alias nyicil.
Maksudnya begini.alan jaman atau mulai rewel. Jadi, laptopnya saya susutkan dalam lima tahun misalnya. Sewa tempat lain... kalau tempatnya memang kita sewa, maka itu biaya operasional. Tapi kalau tempat/rumah kita beli, itu harus disusutkan, artiny Jadi kalau dulu anda beli mobil 50 juta, lalu tiap bulan anggaplah anda menyusutkan rp 1 juta (selama 50 bulan), maka setiap 1 juta harus Anda sisihkan uang tsb untuk disimpan (supaya modalnya balik). Ya, perlu ada perhitungan sewa walau rumah pribadi, karena PRINSIP: pisahkan yang pribadi dengan usaha. Kalau tidak, seringkali kita merasa untung tapi ternyata tidak. tiap bulan harus dibebankan sebagai biaya dalam bentuk penyusutan.
Banyak orang buka
usaha, sukses, banyak untung... namun dia lupa bahwa di usahanya yang pertama
ini, dia mengerjakan sendiri, orang-orang membantu dari keluarganya sehingga
bayarannya juga sedikit. Tempat Namun, mengapa biasanya orang ini sulit untuk
berkembang?misalnya saya mau susutkan dalam6 tahun, maka saya buat tiap tahunnya 10 juta biayanya, atau sebulannya ya berarti 10 juta dibagi 12 bulan. Ini gunanya, kalau kita dapat pendapatan, maka harus dikurangi biaya-biaya termasuk biaya penyusutan juga. Cara menentukannya bebas, tidak ada patokan, tapi biasanya dianggap berapa lama barang tersebut harus diganti nantinya.
Misalnya, saya beli laptop, maka berapa lama laptop itu bakal saya pakai? Mungkin dalam 5 tahun sudah rusak, atau setidaknya mungkin sudah harus saya jual karena sudah ketingg kalau teman2 sulit membayangkan gunanya atau kenapa penyusutan itu penting, sebenarnya kalau dibalik adalah mengangsur. Kalau msialnya beli mobil tapi belum punya uang, maka kita kan kredit atau alias nyicil.
Maksudnya begini.alan jaman atau mulai rewel. Jadi, laptopnya saya susutkan dalam lima tahun misalnya. Sewa tempat lain... kalau tempatnya memang kita sewa, maka itu biaya operasional. Tapi kalau tempat/rumah kita beli, itu harus disusutkan, artiny Jadi kalau dulu anda beli mobil 50 juta, lalu tiap bulan anggaplah anda menyusutkan rp 1 juta (selama 50 bulan), maka setiap 1 juta harus Anda sisihkan uang tsb untuk disimpan (supaya modalnya balik). Ya, perlu ada perhitungan sewa walau rumah pribadi, karena PRINSIP: pisahkan yang pribadi dengan usaha. Kalau tidak, seringkali kita merasa untung tapi ternyata tidak. tiap bulan harus dibebankan sebagai biaya dalam bentuk penyusutan.
Ketika dia ingin berkembang, ingin membuka cabang, dia bingung...ternyata kalau dia buka cabang dan harus sewa tempat, plus harus cari pepagawai yang mesti dibayar dengan gaji standard, pendapatannya tidak cukup alias rugi. Ataupun kalau untung, ternyata seidkit sekali. Jadi dia malas buka cabang. saha yang dipakai adalah rumahnya sendiri jadi dianggap nggak perlu keluar uang. Tapi kalau seandainya dulu dia sudah menghitung semua, maka dia akan tahu berapa keuntungan sesungguhnya. Sebab kalau belum untung, pasti dia akan berusaha supaya untung.
Maka, kalau kita membuat perhitungan dengan detail... ingat RETAIL itu harus DETAIL.... maka sewa tempat atau gaji pegawai itu harus dicatat dan ini adalah biaya tetap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar