Cari Blog Ini

Rabu, 05 Maret 2014

JR~ Pembelajaran Akhir

Diriku TerTANTANG, untuk Menantang Masa Depan
 
 
Mimpi menjadi sukses dan hidup bahagia menjadi harapan hampir seluruh benak masyarakat dunia. Sayangnya, mimpi itu tak akan pernah terwujud jika kita masih sering melakukan kesalahan yang berujung pada kegagalan. Banyak kebiasaan buruk dan kurangnya ilmu pengetahuan, yang tanpa disadari mengantarkan kita pada kegagalan. Padahal saat melakukannya, kita berniat untuk menggapai kesuksesan. Beberapa kesalahan yang dilakukan seringkali menjadi kebiasaan tanpa kita sadari. Saya  merasa telah menjadi seorang pekerja keras.  Tapi ternyata, bekerja keras tidak menjamin kesuksesan. Tetapi karena kurang efisien mengelola waktu yang akhirnya berdampak negatif pada hasil kerja dan saya hanya membayangkan keuntungan saat berbisnis tetapi saya belum tau cara membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkembang. Terkadang saya pun lupa tujuan hidup pribadi dan selalu menunda pekerjaan.
Dulu Saya takut menghadapi kegagalan, tetapi saya ingat tidak ada penghargaan dan hal yang baik yang diraih begitu saja tanpa resiko. Lagi pula berani mengambil resiko merupakan bagian kesuksesan. Berani mengambil resiko saja tidak cukup. Sebagai Entrepreneur juga harus tajam dan peka dalam melihat berbagai peluang yang ada. Banyak pengusaha sukses  yang dulu pernah mengalami kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya bangkit membangun sukses.

Keputusan yang saya anggap benar adalah ketika saya berani melangkah mengambil keputusan untuk ikut kelas Pengantar Entrepreneur Ritel ( PER-4 ). Walau kesan pertama ikut kelas ini saya agak grogi tapi setelah mengikuti, saya menjadi bersemangat lagi dalam ber-Entrepreneur. Banyak ilmu yang telah saya dapatkan. Bagaimana memulai suatu usaha agar usaha yang akan  kita jalani kelak menjadi sebuah usaha yang sukses.

Saya mendapatkan banyak hal yang bermanfaat dalam Pembelajaran secara Online ini. Walaupun terkadang sulit bagi saya untuk membagi waktu, karena saya harus bekerja dan harus tetap semangat dalam belajar. Setiap orang mempunyai jalan atau arah yang berbeda dalam menempuh anak tangga kehidupan. Di mana setiap orang wajib mengubah diri sendiri agar lebih baik dan sukses.

Berani memulai, gagal 10 kali saya akan bangun 11 kali. Saya akan berusaha, berusaha dan berusaha menjadi Entrepreneur. Yang siap mengengem omset jutaan menjadi milyaran. Saya YAKIN kesuksesan akan saya raih. Melalui kelas Online ini, saya lebih berani dan tertantang untuk segera mewujudkan harapan dan impian. Kesusesan akan ku raih dan kebahagian akan menyelimuti hari- hariku.
Kini sedikit demi sedikit saya bisa menguasai komputer, saya sudah bisa memasarkan produk saya lewat toko online dan test pasar yang di upload ke youtobe, saya sudah bisa menulis di blog juga sudah lancar turn in di Edmodo. Hal- hal yang dulu saya anggap asing bahkan sulit kini berlahan tapi pasti saya dapat menguasainya. YESSSS I CAN !!!!

Pembelajaran demi pembelajaran menumbuhkan benih - benih semangat ber-Entrepreneur dalam kehidupanku dengan mengasah pengetahuan dan mindset yang berbeda akan mengantarkan ku ke gerbang pintu kesuksesan. Hangatnya persabatan juga saya rasakan di kelas ini. Para dosen yang begitu sabar, pengertian juga perhatian menumbuhkan rasa semangat dalam pembelajaran. Pak Nur yang siap menjawab dan menjabarkan setiap pertanyaan, Pak Teddy yang rela waktu malam minggu nya di habiskan denga berdiskusi lewat skpye sampai jam 3 pagi dan Ibu puji yang siap mendengarkan keluh kesah dan behaahaa hiiihii bersama kami. Teman- teman yang siap membantu dalam kesulitan tugas dan barbagi suka maupun duka. Saat kopdar, saat makan bersama menjadi semangat bergandeng tanggan, agar bisa menghadapi kesulitan yang sedang kita hadapi. Walau pun kita kenal di kelas ini tapi saya kita sudah seperti saudara. Perselisihan pendapat pasti ada, tapi kami bisa menggap itu warna – warni sebuah pelangi. Tak hanya itu saja bahkan kini saya bisa peka melihat sifat dan karakter orang lain. Melalui percakapan, cara bicara dan juga melihat tingkah laku. Ini benar- benar sangat bermanfaat bagi saya terutama untuk membangun relasi untuk usaha yang akan saya jalankan nantinya.
 
Dulu saya habiskan waktu libur saya denga hal yang kurang bermanfaat yang hanya bisa menghabiskan waktu, tenaga dan uang tapi, setelah saya membaca dan memahami materi yang di berikan bahwa “Ritel is Detail” kini setiap libur saya amati, rasakan, catat dan bahkan saya foto, apa kelebihan setiap toko Ritel yang ramai di serbu oleh pelanggan dan tokoyang sepi tanpa pelanggan. Bagaimana mereka melayani, memasarkan, promosi, peletakan barang  dan juga lokasi yang  yang dapat memikat hati pelanggan.
KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH UNTUK PARA DOSEN KAMI YANG SUDAH DENGAN SABAR, MENDIDIK, MEMBIMBING DAN MEMBERIKAN ILMU YANG BERMANFAAT UNTUK MASA DEPAN KAMI....
 
 
  
 
 
 

Senin, 30 Desember 2013

Ada 12 titik dalam INOVASI

                     
  
Berikut paparan ringkasnya dari12 dimensi dalam Radar Inovasi :

1. Product Innovation 
Inovasi produk ini merupakan introduksi pasar akan produk dan layanan dengan fitur maupun performa yang baru dan signifikan.
Contohnya, Toyota mengeluarkan Toyota Prius sebagai kendaraan hibrida yang ramah lingkungan. Contoh lain, Boeing yang mengeluarkan Boeing Sharp Wings.

2. Platform Innovation
Inovasi ini merujuk pada desain dan pengembangan basis umum seperti komponen modular, proses-proses umum, dan teknologi untuk menciptakan range yang luas dari produk-produk mapun layanan baru. Google, misalnya, mengeluarkan Android sebagai peranti lunak untuk perangkat mobila yang meliputi sistem operasi, middleware, dan aplikasi-aplikasi utama.
Contoh lain, Kraft Foods berinvestasi pada Quality and Innovative Growth Platform untuk meluncurkan lebih dari 80 produk baru.

3. Solution Innovation
Inovasi ini mengacu pada kombinasi yang integral dan terkustomisasi antara produk, layanan, dan informasi untuk memecahkan masalah end-to-end customer. IBM, misalna, melakukan integrasi antara perangkat kerasnya, layanan konsultasi, dan layanan keuangan.
Contoh lain, layanan logistik UPS yang mengintegrasikan pergudangan, transportasi, manajemen jaringan, dan pengapalan dalam satu solusi pelanggan.

4. Customer Need Innovation 
Inovasi dalam hal ini adalah inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang selama ini belum dipenuhi atau menjadi solusi bagi segmen pelanggan yang belum dilayani.
Tata Nano, misalnya, memberikan alat transportasi yang aman dan terjangkau oleh keluarga, khususnya keluarga-keluarga yang selama ini sulit menjangkau mobil-mobil mahal.

5. Customer Experience Innovation
Inovasi di sini mengacu pada proses mendesain kembali interaksi antara pelanggan dan perusahaan dalam rangka untuk menciptakan loyalitas pelanggan berbasis respons emosional yang positif dari mereka.
Contohnya, Starbucks dalam membangun gerai, melayani, serta menyuguhkan produk untuk pelanggannya.

6. Communication Innovation
Inovasi di sini tak lain adalah penciptaan dan implementasi cara-cara baru untuk mengedukasi pelanggan dan untuk memosisikan serta mempromosikan merek, produk, maupun layanan. Coca-Cola membangunnya dengan "Fans First" yang mengelola pelanggan melalui kanal-kanal media sosial.

7. Process Innovation
Inovasi ini merujuk pada desain dan implementasi proses bisnis internal yang dikembangkan secara signifikan di beragam wilayah fungsional.
Contohnya, Toyota dan Cisco. Cisco membangun proses virtual untuk pembukuan laporan keuangan.

8. Value Capture Innovation
Inovasi ini mengacu pada penciptaan dan implementasi dari mekanisme-mekanisme baru untuk mendapatkan harga dari produk maupun layanan.
Layanan berbayar Spicefood Google, misalnya, telah mengubah cara orang untuk urusan bayar membayar melalui mesin pencari dan interaksi online lainnya.

9. Management Innovation
Hal ini mengacu pada penemuan dan implementasi sebuah perubahan signifikan dalam struktur organisasi maupun metode-metode manajemen.
Kaplan, misalnya, mengimplementasikan sistem berbayar berdasarkan aktivitas.

10. Supply Chain Innovation
Inovasi ini mengacu pada metode-metode baru yang berkaitan dengan hubungan dengan para supplier.
Contohnya, Cisco mengembangkan e-hub untuk mengkoordinasi antara supplier, mitra bisnis, maupun pelanggan.

11. Channel Innovation
Inovasi ini mengacu pada pengenalan rute-rute baru menuju marketplace maupun titik-titik inovatif di mana pelanggan bisa menemukan dan membeli produk maupun layanan.
Dell, misalnya, mengeksplorasi kanal-kanal direct sales-nya.

12. Partnership Innovation
Inovasi ini berupa penciptaan kemitraan inovatif dan hubungan kolaboratif untuk menciptakan penawaran bersama dan layanan pelanggan.

*Sumber ilustrasi: http://whatworksblog.files.wordpress.com

JR ~ minggu ke- 9

BMC ~ Bisnis Model Canvas
                                   
Langkah awal dari membuat BMC adalah menuliskan customer segmen yang akan kita pilih. siapa pelanggan yang hendak kita target, itu penting untuk ditetapkan lebih dahulu. Adnan Mahmud, seorang sociopreneur, di mana ditekankan “Best ideas have customers before products.” Intinya, percuma kita punya produk hebat tapi tidak ada pelanggannya.
setelah kita tentukan siapa pelanggan kita, lalu kita perjelas apa yang mau kita tawarkan ke pelanggan tersebut, di sanalah kita menuliskan “Value proposition”. Seperti misalnya, perusahaan penerbangan Air Asia, di mana customer segmennya adalah kelas menengah, mereka mempunyai value proposition yang simple, yakni
'Now Everyone Can Fly'. Dengan Air Asia, kalau dulu hanya orang kaya saja bisa terbang, kini semua orang bisa terbang. Itu value proposition yang ditawarkan.  Air Asia membuat sebuah model bisnis penerbangan yang inovatif, yakni budget airline. 
dengan cara apa atau melalui apa hal itu bisa sampai ke pelanggan. Ini berarti kita masuk ke dalam “Channels”. Apakah kita menjualnya lewat toko, atau lewat internet (online), atau lewat pameran dagang, atau dari rumah ke rumah, dan banyak cara lainnya

Anda perlu punya program atau cara bagaimana menjaga hubungan dengan pelanggan. Memang ada ilmu tersendiri yang perlu dipelajari tentang mengelola hubungan dengan pelanggan ini. Bentuk dari customer relationship
jika semua ini berjalan lancar, Anda akan mendapatkan pemasukan uang atau , Revenue Streams. Dari mana Anda bisa mendapatkan pemasukan uang itu? Bisa dari penjualan produk atau jasa yang Anda tawarkan, atau Anda juga bisa pikirkan cara-cara lain yang memungkinkan Anda mendapatkan uang lebih banyak.

Sudah lima elemen kita bahas, yakni Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams. Kini kita akanbahas 4 elemen yang lain, di mana ini lebih pada sisi internal usaha kita. 
key resources. Artinya adalah sumber daya kunci apa saya yang kita perlukan. Kalau kita bisnis rumah makan, kita memerlukan tukang masak atau koki dan sebagainya yang menjadi sumber daya kita yang utama, kita perlu ada sumber daya manusia, perlu uang untuk modal, tempat,

Revenue Streams. Dari mana Anda bisa mendapatkan pemasukan uang itu? Bisa dari penjualan produk atau jasa yang Anda tawarkan, atau Anda juga bisa pikirkan cara-cara lain yang memungkinkan Anda mendapatkan uang lebih banyak. Misalnya, awalnya Anda buka rumah makan, penghasilan Anda adalah dari jual makanan dan minuman
Key resources. Artinya adalah sumber daya kunci apa saya yang kita perlukan. Kalau kita bisnis rumah makan, kita memerlukan tukang masak atau koki dan sebagainya yang menjadi sumber daya kita yang utama, kita perlu ada sumber daya manusia, perlu uang untuk modal, tempat, resep, sistem dan sebagainya

setiap bisnis pasti punya kegiatan usaha dan ada aktivitasnya, maka langkah berikutnya adalah menjelaskan tentang apa saja aktivitas yang harus dilakukan. Sebagai contoh, kalau kita membuat usaha rumah makan, maka aktivitas kuncinya adalah memasak, memilih bahan makanan di pasar, melayani pelanggan, menyusun menu, dan lainnya

Untuk bisa berjalan dengan baik, tidak ada usaha yang bisa berjalan tanpa adanya kerja sama dengan pihak lain. Untuk itu ada yang namanya partner kunci atau  key partnership. Paling sederhana, Anda perlu menjalin kerja sama yang baik dengan supplier atau pemasok Anda.
jelas butuh biaya. Sumber daya yang Anda miliki, seperti pegawai hingga kegiatan yang Anda lakukan, akan membutuhkan biaya (costs). Maka Anda perlu menjelaskan, biaya-biaya apa saja yang harus Anda keluarkan. Sebagai contoh, membayar biaya pegawai, biaya telepon, biaya operasional, pajak dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana kita bisa menilai bisnis model kita ini bagus? Prinsipnya sederhana, yakni biaya yang Anda keluarkan harus lebih kecil dari uang yang akan Anda terima

Rabu, 25 Desember 2013

JR~minggu ke-4

Cermat Biaya- Bootstrap

Banyak di antara kita yang punya ide untuk membuat usaha baru, setelah selesai mengaturide seperti biasanya timbul masalah baru, yaitu permodalan. Terutama untuk yang baru akan memulaiusaha untuk pertamakali. Memang ada banyak alternatif permodalan tetapi bagi yang belum punyapengalaman dalam membangun usaha atau belum punya usaha sendiri mungkin agak susah dan ngeribila langsung berhubungan dengan kredit dari bank sehubungan dengan syarat-syarat yang harusdipenuhi.Terus bagaimana? apa  karena  tidak  ada  modal terus  ide usaha dibuang begitu saja?  Sayang dong,  karenauntuk memulai usaha bisa dengan alternatif permodalan yang disebut Bootstrap atau Bootstrapping.

Apa itu Bootstrap?
Bootstrap adalah suatu cara mengumpulkan modal untuk memulai usaha, biasanyaberasal dari kantong sendiri, saudara atau teman.
Dengan metode bootstraping ini anda dapat memulai usaha dan mewujudkan ide, walaupun itu usaha dari skala kecil tetapi bila dilakukan dengan benar tidak mustahil akan berkembang menjadi besar suatu saat

Memulai suatu usaha baru dengan melakukan bootstrapping ada beberapa keuntungan :
1. Tidak ada beban bunga hutang. Walaupun ada biasanya sangat negotiable dan kecil apalagi kalau sebagian besar berasal dari kantong sendiri. Dengan tidak adanya beban bunga maka usaha yang dijalankan akan ringan beban costnya dan dapat menurunkan harga jual
2. Mengurangi campur tangan orang lain. Baik dari sisi manajemen maupun pembagian keuntungan, dengan demikian ide anda 100% akan dapat diterapkan disini. Semangat entrepreneurship masih ada di tangan anda secara utuh! 3.Jangka pengembalian modal fleksibel. Karena berasal dari saudara dan teman, jangka waktu pengembalian dapat diatur sesuai kemampuan dan tingkat kemajuan usaha. Tapi ingat, harus tetap dikembalikan! namanya juga hutang.

Selain beberapa keuntungan diatas ada juga kelemahan dari metode ini:

1. Untuk mengumpulkan modal dari beberapa orang membutuhkan waktu, dan bisa mengganggu konsentrasi ke usaha.
2. Dalam jangka panjang hutang kepada teman dan saudara menimbulkan perasaan hutang budi walaupun hutang sudah dilunasi.
Ada 10 Tips for Successful Bootstrapping BY Guy Kawasaki
1. Focus on cash flow, not profitability.

Menurut teori keuntungan adalah kunci untuk dapat mempertahankan perusahaan. Tapi kenyataan tidak seperti itu. Kita tidak bisa membayar tagihan dengan teori tapi dengan uang tunai. Jadi fokus pada dana tunai yang kita miliki. Perputaran uang yang ada. Bagaima kita bisa menjual dengan tunai, membayar tagihan dengan berjangka. Sehingga kita bisa memutar uang kita. Misalnya : Kalau kita menjual dan dibayar belakangan bagaimana kita harus bisa menagih tepat waktu atau akan lebih baik kalau kita bisa menjual dengan tunai. Dan mengusahan agar kita bisa membayar tagihan dengan sistem pembayaran yang lebih 30 hari.jadi seperti kasus yang kemarin jualan berat. dia beli tunai tapi ketika dijual di karyawan perusahaan dibayar waktu gajian. sehingga tidak mempunyai cashflow atau uang tunai jualan beras

2. Forecast from the bottom up.

Disini dicontohkan misalnya bila kita mempunyai produk atau event dan kita bekerja sama dengan provider telkomsel atau xl untuk menyebarkan informasi ke pengguna tersebut berapa banyak yang akan bisa diraih. Contonya: sekarang ini sedang terjadi persaingan antara LINE dan KAKAO Talk. Mereka bekerja sama dengan google play untuk promosinya.

3. Ship, then test.
Sebelum memasarkan sebuah produk atau barang bagaimana kamu bisa membuat barang itu menjadi yang terbaik. Sehingga pembeli itu benar-benar menyukai. Contoh. Samsung pertama kali mengeluarkan Galaxy tab 10 dan melaunching. Produk ini laku laris manis dan dari hasil penjualan itu mereka tahu kalau Galaxy tab ini terlalu tebal dan layarnya kurang sempurna. Lalu mereka mengeluarkan Galaxy tabs 7 yang lebih tipis dengan layar yg bagus. Lalu ada yg bilang terlalu besar, lalu merek mengeluarkan Galaxy note yg lebih nyaman dipegang.

4. Forget the "proven" team
Merekrut karyawan yang sudah berpengalaman tentu memerlukan biaya yang tinggi. Jadi sebaiknya merekrutt karyawan muda, tidak mahal, orang ambisi untuk maju, tidak perlu yang terlalu mengerti karena kita bisa mengajarinya. atau contoh lain kl kita punya usaha percetakan atau desain. kita tdk perlu merekrut karyawan yg lulusan desain tapi cari aja mahasiswa desain yang mau magang ato anak SMK sehingga tidak perlu memberi gaji hanya uang transport aja
5. Start as a service business.
Disini maksudnya kita memulai dengan sebuah jasa. Misalnya: Kita memulai usaha menjahitkan pakaian, lalu kita jadi perusahaan konfeksi seragam sekolah, pakaian satpam, pakian seragam kantor dll.

6. Focus on function, not form.
fokus pada fungsi bukan bentuknya. Banyak orang yang memulai kantor ingin terlihat mewah dengan membeli peralatan kantor yang mahal dan hanya karena bentuknya yang indah bukan fungsinya. Misal: beli Meja tulis dari kayu jati yang harganya jutaan padahal fungsinya hanya untuk menulis dan bekerja yang bisa diganti dengan yang murah seperti olympic, expo atau lainnya.

7. Understaff
Banyak pengusaha yang merekrut banyak karyawan padahal tidak terlalu membutuhkan. Jadi sebaiknya memaksimalkan karyawan dan pekerjaan yang ada.

8. Go direct
Adalah menjual langsung ke pembeli tanpa melalui distributor atau agen sehingga langsung dapat uang. seperti penjualan menggunakan saja penjualan online.

9. Position against the leader
Melawan posisi nomer satu dengan harga yang lebih murah. Misalnya handphone HTC yang sekarang mencoba mengalahkan Samsung dan Samsung sendiri sudah mengalahkan Ipad punya Apple yang pertama kali mengeluarkan ipad..

Ada 10 ide untuk bootstrapping usaha Anda :                                                                                    
1. Bootstrapping with crowdfunding Crowdfunding
adalah salah satu ide pertama yang biasanya digunakan oleh kebanyakan Entrepreneur . Yaitu penggalangan atau mengumpulkan modal dari jaringan sosial . misal kalau mau bikin film bioskop nah disitu yg ikut modalin khan banyak


2. Bootstrapping with a business partner 
 Business partner kadang sering kita kenal juga dengan sebutan co-founder. Usaha kecil akan menjadi besar apabila adanya business partner ( mitra bisnis), salah satu dari anda biasanya menangani operasi back-end , yang lainnya menangani operasi front end . Jadi bootstrapping di sini ngk selalu berupa uang tapi hal ini juga setara dengan uang karena mitra bisnis adalah keuntungan ( loss partner) hampir partner business semua membagi dalam membayar tagihan juga. Maka kalau anda benar-benar mempunyai mitra bisnis yang baik dan sesuai dengan bidangnya maka pertimbangkan untuk memulai bisnis. misalnya Steve Jobs ketika mendirikan perusahaan Apple dia mengajak temannya yang ahli komputer.

3. Bootstrapping with strategic partners
Strategi dalam kemitraan ini bootstrapping yang sering tidak memberikan uang tapi apa yang mereka tawarkan bisa sangat mungkin menjadi lebih berharga . Strategic partner ini seperti contoh antara lain berbagi sumber daya ( bakat / ketrampilan), berbagi klien , jangkauan pasar , ruang komersial. misal makelar rumah seperti Ray White, Era, dll. Pemilik Real Estate tidak menggaji mereka tp memberi komisi bila rumah terjual

4. Bootstrapping with future customerscustomers
adalah yang selalu menjadi sumber terbaik dari pendapatan. Anda mungkin memberi insentif mereka dengan diskon untuk membeli produk anda sebelum produk itu di bangun . Memang ini lebih sulit untuk di lakukan jika anda menargetkan konsumen , tapi akan berjalan dengan baik untuk bisnis yang berbasis produk. Misalnya : saya beli rumah dan disuruh mencicil dahulu padahal rumahnya belum jadi dan masih tanah. mereka menggunakan uang cicilan saya untuk membiayai pembangunan

5. Give it away for free ( no.. Not always)
kalau kamu menjual produk baru biasanya khan pembeli selalu takut kalau jadi pembeli pertama karena masih belum tahu mutu atau kualitas produk tersebut jadi kamu memebrinya diskon atau kadang gratis untuk mencobanya. contohnya Es teller 77 waktu pertama kali buka dia memberikan gratis untuk 100 orang pertama dan 50 persen diskon buat besoknya sampai bebrapa waktu. dan akhirnya yang pernah merasakan manisnya dan enaknya Es teler 77. memberi kesaksian kpd pembeli lain dan kembali untuk membeli.

6. Bootstrapping with cerdit cards
Kebanyakan pembisnis membangun usahanya dengan menggunakan kartu kredit , misalnya kita buka usaha membutuhkan mesin printer dan untuk membelinya kita tidak mempunyai uang tunai maka langkahnya membayar melalui kartu kredit dengan tidak ada bunga sebelum satu bulan jadi kita bisa mengembalikan modal untuk membeli mesin printer dari hasil usaha sebelum satu bulan , hal ini sangat menguntungkan untuk membangun usaha Anda . atau kita mau jual kue dan membeli bahan2nya menggunakan kartu kredit sehingga kita masih punya keuntunga.

7. Validate a profit Margin Before Hiring
pastikan kamu memilki atau menghasilkan laba sebelum merekrut karyawan tambahan. Jadi tujuannya adalah untuk menemukan pasar yang pasti, strategi dan menghasilkan keuntungan baru bagaiman mempebesar perusahaan dan menambah karyawan. misal kalau mau buka depot, pertama minta anak aja dulu untuk membantu kalau depotnya makin rame dan besar baru cari pembantu untuk melayani, kasir dll

8. Bootstrapping with interns
Bootstrapping dengan karyawan magang. karyawan magang ini sangat luar biasa bila Anda punya waktu untuk melatih mereka dan tidak perlu mengeluarkan biaya banyak

9. Build your brand .. Personality
Bisnis yang baik memiliki kepribadian , terutama penyedia layanan. Jika Anda adalah penyedia layanan , orang tidak membeli produk, mereka membeli Anda menggambarkan kepribadian Anda di dalam perusahaan . Misalnya Bank Mandiri yang terkenal sebagai penyedia pelayanan perbankan.

10. Share knowledge
Berbagi pengetahuan adalah cara yang sangat kuat untuk beberapa penyedia layanan untuk membangun diri sebagai ahli. misalnya google perusahaan ini sering menerima atau terbuka untuk share knowledge



JR ~ Minggu ke-7

FIFO, LIFO & FEFO

BEDANYA FIFO, LIFO dan FEFO

FIFO adalah First In First Out. Yang masuk pertama kali, maka dia keluar pertama kali. Misalnya, anda jual beras, maka yang anda jual terlebih dahulu adalah beras yang pertama kali masuk ke toko anda. Anda tidak benar jika menjual beras yang belakangan masuk. Jika Anda melakukan itu, maka beras yang awal masuknya, akan makin lama dan bisa rusak. Gampangnya, kalau anda punya tempat penyimpanan beras (dispenser beras), maka kalau anda menuangkan beras ke dalamnya, maka nanti ketika anda mengeluarkannya, maka yang awal dulu anda masukkan akan keluar lebih dulu. Jadi tidak mungkin ada beras lama yang tetap saja berada di dalam dtempat itu kalau yang terakhir masuk malah keluar duluan. Itu bisa juga pada penjualan barang-barang lain, misalnya rokok, sabun, shampo, termasuk juga misalnya telur. Contoh lain FIFO adalah kalau Anda datang antri dokter, maka yang datang duluan akan dilayani lebih dulu.

Kalau LIFO, Last In First Out. Barang yang terakhir masuk harus dikeluarkan/dijual lebih dahulu.
Contohnya toko buku. Mereka akan memajang buku baru di depan.
Saya ulangi mengenai LIFO. Sekali lagi, saya ulangi penjelasan saya yang bolak balik tertunda.  soal LIFO.

Kalau LIFO, Last In First Out. Barang yang terakhir masuk harus dikeluarkan/dijual lebih dahulu.
Contohnya toko buku. Mereka akan memajang buku baru di depan. Buku baru adalah buku yang datang belakangan atau last in/terakhir datang. Demikian juga toko baju. Dia akan mengusakan yang terakhir masuk akan terjual lebih dahulu. Kalau dia menjual yang duluan masuk, maka barang yang baru akan lama keluarnya dan khawatirnya jadi ketinggalan mode. Jadi yang terakhir masuk harus pertama kali keluar.

Selain FIFO dan LIFO, ada juga pengelolaan persediaan dengan sistem FEFO, yaitu First Expired First Out.
Apa itu FEFO? Ini berarti yang kadaluwarasa terlebih dahulu harus keluar lebih dulu. Sistem ini biasanya dilakukan apotik, khususnya penjualan obat, atau bisa juga ritel yang menjual makanan (misalnya makanan kaleng) atau minuman yang ada masa kadaluarsanya. Jadi, walaupun barang itu datang duluan atau datang belakangan, kalau barang itu masa kadaluwarsanya sudah paling dekat, maka itu yang harus dijual duluan.
Contoh lain kalau kita datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit, apabila misalnya ada orang yang lebih gawat, maka ia akan dilayani lebih dulu walaupun datang belakangan dari Anda yang sudah antri tapi Anda dinilai kalah gawat darinya. Jadi ada kondisi khusus, dalam hal persediaan barang, maka yang kadaluarsa terlebih dahulu akan ditempatkan di posisi yang di depan agar diambil terlebih dahulu oleh pelanggan, atau yang kadaluarsanya masih lama, mungkin masih disimpan di gudang.


Fast moving dan slow moving product
Fast moving dan slow moving, penataannya bagaimana?
Fast moving adalah barang yang cepat laku.
Slow moving adalah barang yang tidak begitu sering dicari orang/pembeli.
Misalnya sapu. Tidak setiap hari orang beli sapu. Jadi termasuk slow moving. Tapi kalau misalnya air mineral, barang ini termasuk fast moving (cepat dan banyak terjual).


Penataan yang baik adalah barang yang fast moving ditaruh di posisi eye level artinta sejajar dengan pandangan mata pelanggan. Ini agar mudah terlihat.

Kalau yang slow moving, bisa diletakkan di posisi yang lain. Orang yang butuh akan mencarinya atau mungkin akan langsung tanya ke penjaga toko.
Misalnya di produk anak-anak/bayi, maka yang fast moving itu kan susu... jadi taruh di eye level (sejajar mata). Tapi seperti pampers, bisa di bawahnya. Kalaupun mau satu rak pamper semua, maka yang merk paling laku ditaruh di eye level. ya betul, itu fast moving, orang cari dan sekalian supaya lewat dan beli yang lain.


Prinsip PARETO :
Prinsip Pareto dikenal dengan aturan 80-20. Prinsip ini menyatakan bahwa untuk banyak kejadian, sekitar 80% daripada efeknya disebabkan oleh 20% dari penyebabnya.
Maksudnya begini...20% dari waktu belajar saya, yang membuat keberhasilan 80% dari prestasi belajar saya. Atau, kalau saya coba contohkan usaha saya, 80% dari pendapatan usaha saya adalah daru 20% klien saya. Atau 80% pelanggan saya hanya memberi pemasukan ke saya sebesar 20% saja Atau, kalau anda suka jualan, maka 20% dari jerih payah Anda itulah yang menghasilkan 80% dari penjualan yang berhasil Anda lakukan. Kira-kira itu prinsip 80 - 20 dari Pareto, Nah dalam hal persediaan (inventory) barang di toko, 20% dari barang dagangan kita haruslah merupakan barang yang kalau terjual akan memberikan 80% dari pemasukan uang ke kita. Anda harus menentukan 20% itu barang-barang apa saja, tentunya yang entah harganya mahal serta untungnya besar, atau barang itu meski untungnya tidak terlalu besar tapi laku keras sehingga secara keseluruhan memberikan pemasukan yang besar.

Ini bisa dilihat dari penjualan Anda tiap bulan (tentunya kalau Anda sudah punya usaha sendiri, maka bisa melakukan perhitungan ini). Anda akan bisa melihat bahwa sekitar 20% dari produk yang Anda jual ternyata barang-barang itu yang memberikan sumbangan sebesar 80% dari pemasukan yang ada. Oleh karena itu, Anda sebaiknya konsentrasi (memperhatikan betul) barang-barang yang termasuk dalam 20% (dari seluruh barang yang ada di toko), agar jangan sampai kehabisan stok dan kualitasnya harus baik. jangan dilihat dari harga barang itu, tapi total penjualan dari barang tersebut. Misalnya, punya toko kelonting di desa. Jualan minuman botol, jualan beras, jualan kosmetik, jualan susu bubuk, jualan sembako...nah, 20% dari jenis barang yang ada, itu menurut prinsip pareto adalah pendapatan kita yang terbanyak (80%). Makanya kita harus memperhatikan yang 20% ini. jadi kita harus memperhatikan betul kwalitasnya dan jangan sampai kehabisan stok meskipun harganya murahtapi kalau laris dan mampu menghasilkan 80% dari seluruh penghasilan kita maka ini masuk dalam kategori barang yang 20% itu tadi.

JR ~ Minggu ke-8

STP dan Marketing mix
 Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk.
contohnya begini...hari minggu anda pergi ke lapangan victory park.
Di sana kan ada banyak orang
tua muda, ada laki-laki dan perempuan (kebanyakan perempuan)... ada orang indonesia, ada orang HK, ada orang dari negara lain, turis, dan sebagainya.
ada yang pendidikannya sarjana, ada yang lulus SD, ada yang lulusan SMP, ada yang lulusan madrasah, ada yang lulusan SMA. Ada yang BMI ngurus anak, ada BMI yang ngurus orang tua... ada BMI yang duitnya banyak, ada yang banyak utang...ada BMI yang sudah menikah, ada yang belum menikah, ada yang janda...Jadi beragam sekali kan...itulah PASAR, kondisinya campur baur atau istilahnya heterogen (aneka ragam). Nah, sekarang saya mau segmentasikan...
Misalnya saya mau jualan buku. (bisa juga contoj lain, misalnya jualan nasi bungkus)
Apakah nasi bungkus saya cocok untuk semua orang yang ada di sana?
atau saya mau jualan buku, apa semua orang di sana suka beli buku? ya tidak semua orang suka nasi bungkus itu.. tidak semua orang juga suka beli buku. mala saya harus segmentasikan.
Nah, kalau saya jual buku ke BMI, ingat... di sini saya sudah tentukan segmen pasarnya, maka buku apa yang diminati oleh BMI?
ok, buku agama, motivasi dan tentang kuliner
.
nah itu pentingnya melakukan segmentasi dan targeting.
Jadi, anda harus tepat memasarkan produk, dengan memilih target pasar yang pas... menentukan segmen pasar Anda


positioning itu artinya bagaimana membuat kita diingat oleh pelanggan.
Misalnya, buku-buku yang saya jual itu murah dan bagus. Maka orang akan ingat, ada diskon, bahkan kalau sudah selesai baca, bisa dikembalikan dengan dipotong biasa (bisa tukar tambah)
itu bagian dari value proposition juga.
Nah, sekali lagi... yang penting adalah siapa segmen pasar kita (dalam arti, siapa target pasar kita).
Karena ini bekaitan dengan marketing mix (bahasa indonesianya: bauran pemasaran)
pada awalnya marketing m
i
x itu ada 4 hal, yang disebut dengan 4P.

4P ini singkatan dari Price, Promotion,Place, Product.

Kita yang milih, mau mentarget pasar yang mana.
 Misalnya, mau jualan nasi bungkus. Trus melihat peluangnya kok ada di kalangan atas.
tapi tidak kenal satupun kalangan atas di HK. Jadi kan susah, t
api misalnya punya banyak teman di HK, sesama BMI, misalnya. Maka lalu segmen pasarnya adalah BMI. Ini nanti mempengaruhi Marketing Mixnya.
Price misalnya, harus disesuaikan dengan kantong BMI.
Promotion, ya bisa lewat FB. Kan nggak perlu promosi lewat pasang iklan di Koran
atau malah ya keliling menawarkan langsung

Trus place atau tempatnya, ya bisa dilakukan di victory park sampai library
dan mengenai productnya, ya disesuaikan dengan segmen pasarnya. Misalnya sukanya pedas, ya ada pilihan pedas dan tidak pedas. Kalau misalnya segmen pasarnya orang bule, mungkin tidak perlu menyediakan menu nasi yang pedas karena mereka tidak suka pedas.
klu kita mau buka usaha atau warung makan apakah itu artinya kita juga harus memperhatikan pendapatan orang sekitar pak ? tentu Ratna (Nila)
barang yang sama dengan harga beda harusnya tidak terjadi kecuali ada perbedaan dalam produk atau prosesnya. Misalnya beda segmen akan ada perbedaan harapan dari pelanggan, misalnyanya beda bahan.
orang bel i barang itu kan keluar uang. yang diperoleh pelanggan adalah value dari produk/jasa tepatnya memperhatikan segmen pasar yang dituju.
Jadi soal pendapatan ini begini...
Misalnya Dita jual sembako, ya tentunya harganya tidak bisa ditekan. Yang bisa adalah dijual dengan ukuran tertentu yang harga belinya terjangkau.
Ini contohnya kalau di indo adalah tabung elpiji.
Dulu tabnung elpiji itu 12 kg *yang biru). Kini elpiji untuk kalangan bawah dibuat yang 3 kiloan.
Ini supaya terbeli.
Inovasi kemasan,
produknya masih sama, elpiji
ya, tapi jangan pernah melakukan perubahan atau pengurangan isi kemasan (misalnya karena ongkos produksi naik). Lebih baik anda menaikkan harga.
itu segmennya beda lagi. Biasanya untuk mahasiswa atau untuk orang camping (orang tidak suka kalau porsi dikruangi meski harga tidak dinaikkan)

Orang lebih suka menyesuaikan harga namun tetap dapat produk yang sama kualitas dan kuantitasnya.
karena merasa value yang diterimanya berkurang. Orang tidak masalah bayar lebih banyak asalkan dapat value yang biasa dinikmatinya.
nah, saat ini dalam perkembangan marketing mix, dari 4P sudah menjadi 7P. Ini khususnya usaha yang bersifat jasa. Namun pada dasarnya kini semua usaha pasti memberi service kepada pelanggannya. Maka dari itu, 3 P yang baru ini yakni People, Process dan Physical evidence, menjadi penting/
Apa maksudnya dari ketiga P ini?
People artinya orang-orang.
Yang memberi layanan adalah manusia. Jadi manusianya harus dilatih dengan baik. Di toko Anda, pelayanan dari Si A dan si B, yang sama-sama adalah penjaga toko harus sama. Tidak baik jika si A itu orangnya ramah, sementara si B tidak bisa senyum. Anda pernah masuk seven eleven?
apa yang diucapkan ketika ada pelanggan masuk, adalah seragam, semua sama.
kalau di indonesia, masuk ke pizza hut, pelayannya selalu memberi hormat dengan mengatupkan tangan sambil sedikit menurunkan badannya.
Jadi ini berkaitan dengan people yang standardnya harus sama. Ini harus dilatih, nggak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Nah, prosedur yang sama ini adalah process. proses memberi layanannya harus sama. Kalau di kuliner, bahkan cara membawa makanan harus sama, cara ngomongnya harus sama. Prosesnya harus sama. Kalau masuk hotel A, maka anda akan mendapatkan proses layanan tertentu. supaya sama atau kompak harus dilatih. ada standard harus sama, tapi boleh lebih baik. Misalnya sopir taxi. standardnya itu tidak harus mebawakan tas koper penumpang. Tapi ada yang mau melakukannya., itu boleh2 saja. Tapi misalnya untuk taxi model limousine, maka standardnya harus membukakan pintu, membawakan tas, dll


beda segmen, beda value. tentunya beda harga juga. jadi sudah dua hal yang saya jelaskan, yakni tenang people (orang) dan proses (satndard prosedur layanan).
yang terakhir, physical evidence. Evidence adalah bukti, physical adalah fisik. Jadi artinya bukti fisik.
Dengan kata lain physical evidence ini adalah bukti fisik apa yang dirasakan oleh pelanggan atas layanan yang diberikan.
Misalnya, ke seven eleven, layanan apa yang diharapkan dari seven eleven yang bsia dirasakan?
maksudnya dirasakan secara fisik?

Contoh physical evidence, misalnya suhu ruangan yang nyaman (nggak mungkin sampai kepanasan). Sinar lampu yang terang, nggak mungkin kurang pencahayaan.

Rabu, 18 Desember 2013

Diskusi Online Tanggal, 15 Desember 2013


Tentang INOVASI
 Mau tanya pak Nur Apa strategi pedagang dg menjual murah dagangan nya dari pesaing tetapi mereka ttp bisa bertahan dan tidak rugi ?
Inovasi, tapi saya akan jelaskan ttg apa itu inovasi sebenarnya. tapi sebelumnya, saya ingin tanya dulu... apa inovasi menurut teman-teman? Silahkan diberi jawaban mengenai apa itu inovasi...
inovasi itu adalah bagaimana kita memecahkan masalah orang lain. Orang rela membeli, mengeluarkan uang, untuk mengatasi masalahnya.
trus, gimana caranya? dengan memberi nilai tambah lebih baik bagi pelanggannya. dan bagaimana supaya pelanggan tetap bisa beli dengan harga yang wajar walau kita memberi nilai tambah?
pak nur suka pakai contoh maskapai penerbangan.
"Apa strategi pedagang dg menjual murah dagangan nya dari pesaing tetapi mereka ttp bisa bertahan dan tidak rugi?" Nah, bagaimana Air Asia bisa jual lebih murah daripada pesaing, tapi mereka bisa bertahan dan tidak rugi ? bagasinya bayar . makanan di pesawatnya jg bayar dan tidak  ada vidionya
tujuan inovasi apa? Memberikan harga sama dgn memberikn nilai tambah pd pelanggan.
Jawaban Nila Niskala paling benar: "Memberikan nilai tambah pd pelanggan
tujuan inovasi adalah memberi NILAI TAMBAH
jadi inovasi itu bukan sekedar bikin produk baru, atau bikin nasi goreng rasa wasabi, rasa kare atau rasa trasi, tapi bagaimana memberi nilai tambah kepada pelanggan.
apa maksudnya nilai itu? apa juga maksudnya nilai tambah? Kalau teman2 beli sesuatu, misalnya beli HP, maka yang dibeli memang sebuah HP. Belinya pakai apa? pakai uang kan? mau cash, mau kredit, tetap saja ada biaya yang harus dikeluarkan. nah, biaya yang dikeluarkan ini, untuk membeli sesuatu, apa yang diharapkan oleh pembelinya? Yang diharapkan adalah NILAI dari barang itu.
Contoh: Teman-teman ikut PER misalnya, bayar sekian, tentu mengharapkan ada "nilai" dengan mengikuti PER ini. Apa nilai yang diharapkan? Misalnya ingin belajar entrepreneurship, misalnya untuk menjalin relasi dengan para mentor, atau misalnya untuk mengenal lebih jauh rekan-rekan lain yang bisa jadi partner bisnis.
Jadi....
kalau harga yang dibayarkan atas barang atau jasa yang dibeli itu dirasakan lebih besar dari nilai yang didapat, maka akan merasakan harganya mahal. tapi kalau kita mengeluarkan biaya untuk membeli sesuatu (price/harga) tapi nilai (value) yang kita dapatkan itu lebih besar, maka kita akan merasa harga murah

OLEH KARENA ITU... PENTING UNTUK DIINGAT
Membuat barang Anda itu murah BUKAN DENGAN CARA MENURUNKAN HARGA. Tapi menaikkan VALUE (NILAI), sehingga pembeli merasa nilainya bertambah dan merasa harganya murah.
ketika nilai (value) lebih banyak, maka harga dianggap murah. Inovasi itu harus dilakukan untuk tujuan MEMBERI NILAI TAMBAH kepada pelanggannya. JADI inovasi itu BUKAN membuat nasi goreng dengan rasa berbeda. tapi bagaimana nasi goreng kita itu bisa memberi nilai tambah kepada pelanggan kita. Atau, bagaimana toko kita itu bisa memberi nilai tambah kepada pelanggan kita sehingga pelanggan merasa harganya murah. HARGA itu relatif, tidak ada patokan mana harga murah atau mahal. Harga murah atau mahal itu ada di pikiran pelanggan. Kalau saya merasa tidak mendapat manfaat dengan minum kopi di starbuck, maka saya akan menganggap beli kopi di starbuck itu mahal. Kalau saya merasa beli IPhone itu tidak memberi manfaat lebih bagi saya ketimbang beli HP Samsung (misalnya), maka saya akan menganggap IPhone itu mahal. Tapi, kalau orang/pelanggan merasa mendapat banyak manfaat dari beli Iphone, maka dia akan menganggap beli Iphone itu murah. Dia akan bela-belain beli Iphone, walau harganya lebih mahal dari HP Samsung. Tapi dalam benaknya, dia merasa Iphone itu murah karena memberi nilai tambah baginya. Nah, pertanyaan di awal tadi, bagaimana supaya harga bisa terasa murah, maka harus diberi nilai tambah. Ini harus dilakukan lewat inovasi.
INGAT.... INOVASI itu bukan sekedar membuat produk baru. percuma membuat produk baru kalau TIDAK MEMBERI NILAI TAMBAH

Eliminate itu artinya dihilangkan (dari ada jadi tidak ada)
Reduce itu artinya dikurangi (dari ada dikurangi)
Raise itu artinya ditingkatkan (dari ada diperbanyak)
Create itu artinya diciptakan (dari tidak ada dibuat ada)

Supaya kita bisa bertahan dan tetap untung, kalau Anda melakukan inovasi, INGATLAH PRINSIP INI., Apa yang bisa dihilangkan? apa yang bisa dikurangi. Seperti tadi, penerbangan Air Asia, menghilangkan video, menghilangkan makan di pesawat. Tujuannya apa? UNTUK MENEKAN BIAYA.

Bukankah ada tiga cara untuk meningkatkan keuntungan ?

1. Menaikkan harga
2. Menekan / mengurangi biaya
3. Menjual lebih banyak

Jadi, INOVASI yang dilakukan, HARUS ADA yang dikurangi atau dihilangkan AGAR menekan biaya. TAPI... harus ada nilai (VALUE) yang ditingkatkan, yaitu sesuatu yang darui ada diperbanyak, dan dari tidak ada dibuat jadi ada.
VALUE itu bisa berupa: kemudahan bagi pelanggan, kenyamanan bagi pelanggan, rasa aman bagi pelanggan. SEMUANYA ADALAH UNTUK PELANGGAN.
Kalau tadi ada yang menjawab, melakukan inovasi itu untuk mengalahkan pesaing. ITU SALAH BESAR. Melakukan INOVASI itu harus untuk memberi nilai tambah KEPADA PELANGGAN.

Jadi, kalau pesaing anda banyak, pertama pikirkan inovasi di mana
1. apa yang bisa dihilangkan? (apa yang tidak perlu saya berikan kepada pelanggan saya)2. apa yang bisa dikurangi? (apa saja yang jika saya kurangi bisa menekan biaya dan pelanggan akan maklum3. Apa yang bisa saya tambahkan4. Apa yang bisa saya ciptakan? Jika Anda melakukan itu, maka pelanggan Anda tidak akan merasa harga Anda mahal, sebab pelanggan mendapat nilai tambah. Harga akan terasa murah. Namun Anda juga tidak rugi, sebab anda juga telah menekan biaya dengan tidak memberikan sesuatu (karena dihilangkan atau dikurangi).

INOVASI yang hanya menambah biaya usaha anda adalah BUKAN inovasi yang baik.
Contoh: nasi goreng...kalau saya punya warung makan nasi goreng, apa yang bisa saya hilangkan dari kebanyakan yang ada di warung makan sejenis/pesaing saya? ayo silahkan dipikirkan, apa yang bsia saya hilangkan?
contohnya begini... yang saya hilangkan adalah PELAYAN. ini akan menghemat biaya (tenaga kerja). caranya? Nasi goreng sudah saya taruh di dalam wakul besar, yang bisa tetap hangat. Dan pembeli bisa mengambil sendiri. Jadi saya tidak perlu pelayan.
saya juga bisa menghilangkan tukang cuci. caranya? saya tidak pakai piring, tapi pakai tempat dengan alas kertas yang kertasnya bisa langsung dibuang tapi tempatnya bisa dipakai langsung di IKEA ada yang dihilangkan, yaitu layanan merakitkan atau juga mengirim (sehingga barangnya bisa lebih murah). Cara makan seperti itu, jelas menghemat biaya bagi pemilik warung. Apalagi kalau pembeli mengambil sendiri, maka dia bisa mengurangi pekerja. Bayangkan kalau seorang pekerja gajinya satu juta, maka dua orang bisa dihemat, maka sudah 2 juta per bulan dihemat.

begini...kalau soal kuliner, dalam hal ini karena contohnya nasi goreng...sebenarnya setiap penjual kuliner itu harus punya yang namanya "minyak rahasia". Minyak rahasia ini adalah rahasia Anda, pemilik kuliner, di mana anda sudah melakukan eksperimen sebelumnya, untuk menemukan minyak apa yang dicampur bumbu-bumbu tertentu sehingga menyebabkan rasa yang khas sebagai milik anda. minyak rahasia dengan bumbu ini, tidak boleh terlalu banyak bumbunya, karena nanti orang akan tahu isi dari minyak rahasia anda apa. contoh, kalau orang dari kota Lamongan, biasanya menambahkan ikan bandeng (sedikit) di minyaknya sebagai minyak rahasianya. minyak ini yang membuat masakan anda khas, berbeda dengan yang lain, tapi ya tetap nasi goreng. itu juga sebabnya, ada banyak warung yang kalau di makan di sana itu enak, tapi dibawa pulang jadi kurang sedap. kenapa? Ini bukan karena ada aji-aji atau guna-guna...ini karena minyak rahasia. dalam posisi hangat, minyak rahasia ini bisa mengeluarkan aroma tertentu seperti yang diharapkan penjualnya yang membuat nikmat. tapi posisi dingin, aroma ini tidak muncul sehingga kurang nikmat. penjual sate sekalipun, pasti punya "bumbu sate rahasia"nya.

Nah, kembali ke soal apa yang bisa dikurangi, misalnya kalau saya akan mengurangi banyaknya menu yang saya tawarkan. Saya akan melihat, menu apa saja yang jarang dibeli orang, maka saya akan menghapus dari daftar menu yang ada. di salah satu warung di surabaya, ada yang cuma menyajikan soto daging dan rawon. cara lain, saya bisa mengurangi jam buka jika perlu. Saya hanya buka di jam yang saya anggap ramai dan waktu orang makan. Misalnya jam 2 siang hingga jam 4 sore saya tutup. Ini menghemat biaya, misalnya listrik, dan saya bisa istirahat, untuk bisa buka malam harinya lebih lama. Ketimbang saya buka seharian, tapi malamnya cape sehingga saya tutup selagi masih sore. jadi, apa yang bisa dikurangi, itu juga harus dipikirkan serius.
Memikirkan apa yang mau ditambahkan atau diciptakan barangkali lebih mudah.
TAPI HARUS INGAT, penambahan itu harus untuk kepentingan pelanggan. Jangan asal ditambahi tapi nanti membebani biaya. Nah, untuk berlatih, amati toko karena kita belajar ritel. Amati dengan baik, di toko yang Anda amati itu, apa yang bisa dikurangi? Apa yang bisa dihilangkan sama sekali? (berikan contoh apa yang bisa dikurangi dan dihilangkan dan caranya), lalu apa yang bisa ditambahkan atau diciptakan untuk memberi NILAI TAMBAH (bukan sekedar bagus-bagusan).

paham dengan apa yang saya jelaskan di atas tentang inovasi dalam menghadapi persaingan, serta bagaimana persepsi harga itu dibandingkan dengan nilai yang dirasakan oleh pembeli, maka coba baca lagi pelahan... lalu diskusikan dengan teman kelompok Anda.

saya pikir diskusi saya akhiri dulu agar teman2 bisa mengendapkan, memahami dengan lebih baik, apa tujuan inovasi itu. Apa arti inovasi itu. Jangan cuma jawab, sebuah kreativitas yang diterima oleh pasar. Itu jawaban yang menunjukkan anda belum paham. Coba pikirkan langkah untuk melakukan inovasi dengan memberi nilai tambah kepada pelanggan sekaligus mengurangi biaya dengan menghilangkan atau mengurangi. semoga apa yang saya sampaikan tidak terlalu sulit dipahami oleh teman2.
BERI NILAI TAMBAH, KURANGI BIAYA, agar anda bisa bersaing dengan pihak lain, dengan harga dianggap lebih murah dan pelanggan akan loyal pada Anda.