Cari Blog Ini

Rabu, 18 Desember 2013

Diskusi Online Tanggal, 15 Desember 2013


Tentang INOVASI
 Mau tanya pak Nur Apa strategi pedagang dg menjual murah dagangan nya dari pesaing tetapi mereka ttp bisa bertahan dan tidak rugi ?
Inovasi, tapi saya akan jelaskan ttg apa itu inovasi sebenarnya. tapi sebelumnya, saya ingin tanya dulu... apa inovasi menurut teman-teman? Silahkan diberi jawaban mengenai apa itu inovasi...
inovasi itu adalah bagaimana kita memecahkan masalah orang lain. Orang rela membeli, mengeluarkan uang, untuk mengatasi masalahnya.
trus, gimana caranya? dengan memberi nilai tambah lebih baik bagi pelanggannya. dan bagaimana supaya pelanggan tetap bisa beli dengan harga yang wajar walau kita memberi nilai tambah?
pak nur suka pakai contoh maskapai penerbangan.
"Apa strategi pedagang dg menjual murah dagangan nya dari pesaing tetapi mereka ttp bisa bertahan dan tidak rugi?" Nah, bagaimana Air Asia bisa jual lebih murah daripada pesaing, tapi mereka bisa bertahan dan tidak rugi ? bagasinya bayar . makanan di pesawatnya jg bayar dan tidak  ada vidionya
tujuan inovasi apa? Memberikan harga sama dgn memberikn nilai tambah pd pelanggan.
Jawaban Nila Niskala paling benar: "Memberikan nilai tambah pd pelanggan
tujuan inovasi adalah memberi NILAI TAMBAH
jadi inovasi itu bukan sekedar bikin produk baru, atau bikin nasi goreng rasa wasabi, rasa kare atau rasa trasi, tapi bagaimana memberi nilai tambah kepada pelanggan.
apa maksudnya nilai itu? apa juga maksudnya nilai tambah? Kalau teman2 beli sesuatu, misalnya beli HP, maka yang dibeli memang sebuah HP. Belinya pakai apa? pakai uang kan? mau cash, mau kredit, tetap saja ada biaya yang harus dikeluarkan. nah, biaya yang dikeluarkan ini, untuk membeli sesuatu, apa yang diharapkan oleh pembelinya? Yang diharapkan adalah NILAI dari barang itu.
Contoh: Teman-teman ikut PER misalnya, bayar sekian, tentu mengharapkan ada "nilai" dengan mengikuti PER ini. Apa nilai yang diharapkan? Misalnya ingin belajar entrepreneurship, misalnya untuk menjalin relasi dengan para mentor, atau misalnya untuk mengenal lebih jauh rekan-rekan lain yang bisa jadi partner bisnis.
Jadi....
kalau harga yang dibayarkan atas barang atau jasa yang dibeli itu dirasakan lebih besar dari nilai yang didapat, maka akan merasakan harganya mahal. tapi kalau kita mengeluarkan biaya untuk membeli sesuatu (price/harga) tapi nilai (value) yang kita dapatkan itu lebih besar, maka kita akan merasa harga murah

OLEH KARENA ITU... PENTING UNTUK DIINGAT
Membuat barang Anda itu murah BUKAN DENGAN CARA MENURUNKAN HARGA. Tapi menaikkan VALUE (NILAI), sehingga pembeli merasa nilainya bertambah dan merasa harganya murah.
ketika nilai (value) lebih banyak, maka harga dianggap murah. Inovasi itu harus dilakukan untuk tujuan MEMBERI NILAI TAMBAH kepada pelanggannya. JADI inovasi itu BUKAN membuat nasi goreng dengan rasa berbeda. tapi bagaimana nasi goreng kita itu bisa memberi nilai tambah kepada pelanggan kita. Atau, bagaimana toko kita itu bisa memberi nilai tambah kepada pelanggan kita sehingga pelanggan merasa harganya murah. HARGA itu relatif, tidak ada patokan mana harga murah atau mahal. Harga murah atau mahal itu ada di pikiran pelanggan. Kalau saya merasa tidak mendapat manfaat dengan minum kopi di starbuck, maka saya akan menganggap beli kopi di starbuck itu mahal. Kalau saya merasa beli IPhone itu tidak memberi manfaat lebih bagi saya ketimbang beli HP Samsung (misalnya), maka saya akan menganggap IPhone itu mahal. Tapi, kalau orang/pelanggan merasa mendapat banyak manfaat dari beli Iphone, maka dia akan menganggap beli Iphone itu murah. Dia akan bela-belain beli Iphone, walau harganya lebih mahal dari HP Samsung. Tapi dalam benaknya, dia merasa Iphone itu murah karena memberi nilai tambah baginya. Nah, pertanyaan di awal tadi, bagaimana supaya harga bisa terasa murah, maka harus diberi nilai tambah. Ini harus dilakukan lewat inovasi.
INGAT.... INOVASI itu bukan sekedar membuat produk baru. percuma membuat produk baru kalau TIDAK MEMBERI NILAI TAMBAH

Eliminate itu artinya dihilangkan (dari ada jadi tidak ada)
Reduce itu artinya dikurangi (dari ada dikurangi)
Raise itu artinya ditingkatkan (dari ada diperbanyak)
Create itu artinya diciptakan (dari tidak ada dibuat ada)

Supaya kita bisa bertahan dan tetap untung, kalau Anda melakukan inovasi, INGATLAH PRINSIP INI., Apa yang bisa dihilangkan? apa yang bisa dikurangi. Seperti tadi, penerbangan Air Asia, menghilangkan video, menghilangkan makan di pesawat. Tujuannya apa? UNTUK MENEKAN BIAYA.

Bukankah ada tiga cara untuk meningkatkan keuntungan ?

1. Menaikkan harga
2. Menekan / mengurangi biaya
3. Menjual lebih banyak

Jadi, INOVASI yang dilakukan, HARUS ADA yang dikurangi atau dihilangkan AGAR menekan biaya. TAPI... harus ada nilai (VALUE) yang ditingkatkan, yaitu sesuatu yang darui ada diperbanyak, dan dari tidak ada dibuat jadi ada.
VALUE itu bisa berupa: kemudahan bagi pelanggan, kenyamanan bagi pelanggan, rasa aman bagi pelanggan. SEMUANYA ADALAH UNTUK PELANGGAN.
Kalau tadi ada yang menjawab, melakukan inovasi itu untuk mengalahkan pesaing. ITU SALAH BESAR. Melakukan INOVASI itu harus untuk memberi nilai tambah KEPADA PELANGGAN.

Jadi, kalau pesaing anda banyak, pertama pikirkan inovasi di mana
1. apa yang bisa dihilangkan? (apa yang tidak perlu saya berikan kepada pelanggan saya)2. apa yang bisa dikurangi? (apa saja yang jika saya kurangi bisa menekan biaya dan pelanggan akan maklum3. Apa yang bisa saya tambahkan4. Apa yang bisa saya ciptakan? Jika Anda melakukan itu, maka pelanggan Anda tidak akan merasa harga Anda mahal, sebab pelanggan mendapat nilai tambah. Harga akan terasa murah. Namun Anda juga tidak rugi, sebab anda juga telah menekan biaya dengan tidak memberikan sesuatu (karena dihilangkan atau dikurangi).

INOVASI yang hanya menambah biaya usaha anda adalah BUKAN inovasi yang baik.
Contoh: nasi goreng...kalau saya punya warung makan nasi goreng, apa yang bisa saya hilangkan dari kebanyakan yang ada di warung makan sejenis/pesaing saya? ayo silahkan dipikirkan, apa yang bsia saya hilangkan?
contohnya begini... yang saya hilangkan adalah PELAYAN. ini akan menghemat biaya (tenaga kerja). caranya? Nasi goreng sudah saya taruh di dalam wakul besar, yang bisa tetap hangat. Dan pembeli bisa mengambil sendiri. Jadi saya tidak perlu pelayan.
saya juga bisa menghilangkan tukang cuci. caranya? saya tidak pakai piring, tapi pakai tempat dengan alas kertas yang kertasnya bisa langsung dibuang tapi tempatnya bisa dipakai langsung di IKEA ada yang dihilangkan, yaitu layanan merakitkan atau juga mengirim (sehingga barangnya bisa lebih murah). Cara makan seperti itu, jelas menghemat biaya bagi pemilik warung. Apalagi kalau pembeli mengambil sendiri, maka dia bisa mengurangi pekerja. Bayangkan kalau seorang pekerja gajinya satu juta, maka dua orang bisa dihemat, maka sudah 2 juta per bulan dihemat.

begini...kalau soal kuliner, dalam hal ini karena contohnya nasi goreng...sebenarnya setiap penjual kuliner itu harus punya yang namanya "minyak rahasia". Minyak rahasia ini adalah rahasia Anda, pemilik kuliner, di mana anda sudah melakukan eksperimen sebelumnya, untuk menemukan minyak apa yang dicampur bumbu-bumbu tertentu sehingga menyebabkan rasa yang khas sebagai milik anda. minyak rahasia dengan bumbu ini, tidak boleh terlalu banyak bumbunya, karena nanti orang akan tahu isi dari minyak rahasia anda apa. contoh, kalau orang dari kota Lamongan, biasanya menambahkan ikan bandeng (sedikit) di minyaknya sebagai minyak rahasianya. minyak ini yang membuat masakan anda khas, berbeda dengan yang lain, tapi ya tetap nasi goreng. itu juga sebabnya, ada banyak warung yang kalau di makan di sana itu enak, tapi dibawa pulang jadi kurang sedap. kenapa? Ini bukan karena ada aji-aji atau guna-guna...ini karena minyak rahasia. dalam posisi hangat, minyak rahasia ini bisa mengeluarkan aroma tertentu seperti yang diharapkan penjualnya yang membuat nikmat. tapi posisi dingin, aroma ini tidak muncul sehingga kurang nikmat. penjual sate sekalipun, pasti punya "bumbu sate rahasia"nya.

Nah, kembali ke soal apa yang bisa dikurangi, misalnya kalau saya akan mengurangi banyaknya menu yang saya tawarkan. Saya akan melihat, menu apa saja yang jarang dibeli orang, maka saya akan menghapus dari daftar menu yang ada. di salah satu warung di surabaya, ada yang cuma menyajikan soto daging dan rawon. cara lain, saya bisa mengurangi jam buka jika perlu. Saya hanya buka di jam yang saya anggap ramai dan waktu orang makan. Misalnya jam 2 siang hingga jam 4 sore saya tutup. Ini menghemat biaya, misalnya listrik, dan saya bisa istirahat, untuk bisa buka malam harinya lebih lama. Ketimbang saya buka seharian, tapi malamnya cape sehingga saya tutup selagi masih sore. jadi, apa yang bisa dikurangi, itu juga harus dipikirkan serius.
Memikirkan apa yang mau ditambahkan atau diciptakan barangkali lebih mudah.
TAPI HARUS INGAT, penambahan itu harus untuk kepentingan pelanggan. Jangan asal ditambahi tapi nanti membebani biaya. Nah, untuk berlatih, amati toko karena kita belajar ritel. Amati dengan baik, di toko yang Anda amati itu, apa yang bisa dikurangi? Apa yang bisa dihilangkan sama sekali? (berikan contoh apa yang bisa dikurangi dan dihilangkan dan caranya), lalu apa yang bisa ditambahkan atau diciptakan untuk memberi NILAI TAMBAH (bukan sekedar bagus-bagusan).

paham dengan apa yang saya jelaskan di atas tentang inovasi dalam menghadapi persaingan, serta bagaimana persepsi harga itu dibandingkan dengan nilai yang dirasakan oleh pembeli, maka coba baca lagi pelahan... lalu diskusikan dengan teman kelompok Anda.

saya pikir diskusi saya akhiri dulu agar teman2 bisa mengendapkan, memahami dengan lebih baik, apa tujuan inovasi itu. Apa arti inovasi itu. Jangan cuma jawab, sebuah kreativitas yang diterima oleh pasar. Itu jawaban yang menunjukkan anda belum paham. Coba pikirkan langkah untuk melakukan inovasi dengan memberi nilai tambah kepada pelanggan sekaligus mengurangi biaya dengan menghilangkan atau mengurangi. semoga apa yang saya sampaikan tidak terlalu sulit dipahami oleh teman2.
BERI NILAI TAMBAH, KURANGI BIAYA, agar anda bisa bersaing dengan pihak lain, dengan harga dianggap lebih murah dan pelanggan akan loyal pada Anda.                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar